Rabu, 11 Januari 2017

Kalia by Tyas Putri

★★
Judul: Kalia
Penulis: Tyas Putri
Penerbit: nulisbuku.com
Genre: Romance
Format: Paperback, 187 halaman

•••

Sinopsis:

Banyak yang mengatakan bahwa cinta pertama tak akan pernah terlupakan. Begitu pula dengan Kalia. Setelah mengalami perpisahan yang pahit dengan Gana, cinta pertamanya, Kalia mulai mencoba memulai hidup baru. Seiring berjalannya waktu, Kalia pun jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Indra. Di saat Kalia merasa sudah benar-benar bisa melupakan Gana, takdir berkata lain. Masa lalu yang telah sejak lama dia coba lupakan, kembali lagi secara tiba-tiba.

Dan dalam lingkaran perjalanan mereka berdua, Kalia akhirnya menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya selama ini telah melawan takdir. Cintanya kepada Gana, tidak pernah terasa manis. Bukankah seharusnya cinta itu membuat kita merasa bahagia? Namun apa yang dia rasa bersama Gana justru selalu membuat Kalia merasa takut dan sakit. Haruskah Kalia benar-benar mengakhiri kisahnya dengan Gana meskipun jauh di lubuk hatinya dia masih mencintai Gana?


•••

My Review:

Sebelumnya, terima kasih kepada penulis yang sudah memberikan saya kepercayaan untuk mereview bukunya. Ngomong-ngomong, covernya cantik meski setelah baca saya merasa kurang nyambung dengan isi cerita yang nggak bersalju.


Waktu ditawarin buku ini, saya ngecek sinopsisnya dulu dan karena tampaknya menarik saya baru menerima. Tapi sayangnya, saat membaca, saya nggak merasakan gereget seperti pada sinopsisnya. Secara keseluruhan, ide dan premis yang diambil penulis tidak buruk. Menarik malah. Gaya nulisnya juga cukup enak dan mengalir. Alur yang dipakai maju-mundur-maju-mundur tapi nggak membuat bingung. Hanya saja, nggak ada kesan yang menempel di kepala saya sampai-sampai ketika saya sempat berhenti membaca beberapa waktu, saya sudah lupa ceritanya sama sekali ketika melanjutkan kembali sehingga saya harus skimming dari awal.

Pertama, menurut saya sebagai pembaca, karakter-karakternya kurang kuat dan agak terlalu banyak, ya. Jadi agak kehilangan fokusnya. Lalu banyak adegan yang tidak penting yang membuat cerita jadi lari-lari nggak tentu arah. Rasa suka Kalia pada Gana nggak terasa, malah lebih kerasa pas sama Indra meski itu juga nggak kuat-kuat amat. Dan yang paling mengganggu saya sepanjang membaca adalah penggunaan tanda baca yang salah dari awal sampai akhir buku. Saya mau nangis ngeliatnya. Saran saya, coba kalau lagi baca buku terbitan penerbit mayor, perhatikan bagaimana tanda-tanda baca digunakan, deh. Paling berasa itu tiap percakapan/ dialog.

Contoh:
"Lagian nggak ada temennya juga." Balas Gana tertawa.
"Kita keluar sekarang aja yuk." Ajak Kalia.
"Aduh Kalia. Jangan deh!." Ucap Dita dengan emosi.

Sayang banget, kan... jadinya saya baca sambil sibuk coret-coret tapi karena sampai habis semuanya salah gitu, saya simpan lagi pen saya......

Hal bagusnya adalah menurut saya Tyas Putri punya potensi untuk menulis lebih baik lagi, kok. Perbanyak baca, perhatikan EYD dan tanda baca, sering-sering cek KBBI, dan jangan berhenti menulis. Semangat terus, ya!


XOXO,


0 komentar:

Poskan Komentar